PROPOSAL PESERTA

"Binatang Jalang", Film Animasi 3D Sang Legenda Penyair Chairil Anwar

Nurmayati

Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat

VOTE : 3

Lembaga Terkait

  • Dewan Kesenian Jakarta

Deskripsi

Banyak karya, terutama dalam bentuk tulisan (esai dan buku), yang mengangkat kisah hidup sang penyair legendaris Indonesia, Chairil Anwar. Tetapi, upaya mengenang penyair besar angkatan ’45 ini, belum pernah terwujud dalam sebuah karya sinematografi.

"Binatang Jalang", adalah sebuah kreasi film animasi tiga dimensi, berdurasi 30 menit, yang akan memvisualisasikan sosok Chairil Anwar dan perjalanannya dalam menekuni dunia sastra. Film ini akan mencoba mengemas seluruh suguhan audio-visual ke dalam suasana puitis.

Tujuan

  • Wujud penghargaan terhadap jasa Penyair Chairil Anwar yang menyumbangkan andil besar dalam sastra modern Indonesia.
  • Memperingati 64 tahun wafatnya Penyair legendaris Chairil Anwar.
  • Terciptanya rasa sastra pada masing-masing individu, yang berdampak positif pada keluhuran pekerti, dan kekayaan imajinasi atau kreatifitas.
  • Memotivasi para animator muda untuk menghasilkan karya yang lebih berkualitas dan inovatif
  • Mendorong semangat berkreasi, dengan mengambil manfaat dari koleksi arsip yang tersedia di Jaringan Arsip Budaya Nusantara

Masalah

Sjuman Djaya, menulis sebuah skenario film berjudul: Aku, Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair: Chairil Anwar. Tetapi, naskah hanya tinggal naskah, karena hingga wafatnya seniman Sjuman Djaya, skenario tersebut tidak pernah terealisasi dalam sebuah karya film. 

Inikah sebuah kondisi negeri yang telah kehilangan sastra, sehingga para produser kehilangan nyali, bahwa memproduksi film yang mengisahkan riwayat seorang tokoh penyair, hanya membuang-buang uang, lantaran tiadanya minat penonton --yang bisa membalikkan modal?

Sementara di belahan dunia yang lain, karya-karya film yang mengangkat biografi para sastrawan, rata-rata menuai sukses. Sebut saja Film “Schiller”, yang berkisah tentang Johann Christoph Friedrich von Schiller (1759 - 1805), seorang penyair, sekaligus filsuf, sejarawan, dan dramawan Jerman. Atau film "The Raven" yang mengangkat cerita dramatis tentang kematian sastrawan Edgar Allan Poe.

Kita seolah ragu terhadap kualitas para sastrawan di negeri sendiri. Padahal, nama Chairil Anwar tak hanya melegenda di tanah air. Karya Chairil menembus berbagai benua, diterjemahkan dalam aneka bahasa, kualitasnya sejajar dengan penyair dunia lainnya.